BACAAN GHARIB DALAM AL-QURAN
Gharib, Bacaan Asing yang Perlu Kita Tau
Saat membaca Alquran, terkadang kita menemukan bacaan yang asing dan mungkin merasakan bingung bagaimana harus membacanya. Iya, kan? Atau justru, tidak sadar kalau ternyata cara membacanya harus berbeda? Hehe, enggak kan ya.
Ya, memang. Dalam Alquran, terdapat beberapa hukum bacaan yang spesial. Karena itulah bacaan tersebut disebut bacaan gharib, atau aneh.
Gharib sendiri berasal dari kata ghuraba, yang artinya yaitu asing atau aneh. Tentu saja kita harus mengetahui bacaan-bacaan asing ini agar tidak salah saat membacanya. Selain itu, kita juga harus mengenal bacaan ini sebagai adab kita kepada Alquran dan juga menyempurnakan bacaan tajwid.
Okei, dan inilah bacaan-bacaan gharib yang ada dalam Al-Quran.
1. Imalah
Imalah berarti memiringkan. Maksudnya, bacaan fathah dimiringkan ke kasrah. Bacaan ini ada pada QS Hud : 41.
وَقَالَ ارْكَبُوْا فِيْهَا بِسْمِ اللهِ مَجْرٰيهَا وَمُرْسَاهَا
Pada aslinya lafal ini dibaca "bismillahi majroha", namun menjadi "bismillahi majreha" karena hukum bacaan imalah ini.
2. Tashil
Tashil berarti memberi kemudahan. Baca lafadz yang terdapat dua hamzah, hamzah pertama dibaca jelas sedangkan hamzah kedua dibaca samar.
Contohnya ada dalam QS Fushilat 44:
وَلَوْ جَعَلْنَاهُ قُرْآنًا أَعْجَمِيًّا لَقَالُوْا لَوْلَا فُصِّلَتْ آيَاتُهُ ۖ آعْجَمِيٌّ وَعَرَبِيٌّ
Lafal aslinya dibaca a'a'jamiyyun, namun cara membacanya menjadi aa' jamiyyun wa a'radiyyun. Hamzah di sini dibaca panjang 2-3 harakat.
3. Naqlun
Naqlun juga berarti memindah, yakni memindahkan harakat hamzah pada huruf sebelumnya.
Contohnya ada dalam QS Al-hujurat 11:
Lafadz bi'sal'ismu dibaca menjadi bi'salismu. Hal ini untuk memudahkan dalam membacanya.
4. Nun Wiqoyah
Yaitu huruf nun yg harus dibaca kasrah ketika tanwin bertemu dengan hamzah washal. Contohnya pada lafadz "khoironil wasiyyah". Jika bacaan tersebut hamzahnya washal, maka cara membacanya disambung. Namun jika langsung waqaf, membacanya tidak disambung.
Contoh lain yaitu pada QS Al-Jumuah : 11.
وَإِذَا رَأَوْا۟ تِجَٰرَةً أَوْ لَهْوًا ٱنفَضُّوٓا۟
Bacaan tersebut menjadi dibaca "aulah wanin faddu".
5. Isymam
Isymam berarti menggabungkan, yakni mengumpulkan 2 bibir atau mencampurkan 2 dhommah tanpa suara.
Contohnya yaitu pada QS Yusuf : 11
قَالُوْا يَا أَبَانَا مَا لَكَ لَا تَأْمَنَّا عَلٰى يُوْسُفَ وَإِنَّا لَهُ لَنَاصِحُوْنَ
Bacaan "la ta'manna" dibaca dengan bibir dimajukan ke depan seperti la ta'manuna, namun u nya tidak dibaca.
6. Saktah
Bacaan saktah berarti berhenti sejenak tanpa bernafas. Cara membacanya yaitu kita menghentikan bacaan sejenak tanpa bernafas sepanjang 1 alif atau 2 harakat, lalu melanjutkan seperti biasa.
Terdapat banyak hukum bacaan saktah di Alquran, contohnya yaitu QS Al Kahfi : 1, Yasin : 52, QS Al-Qiyamah : 27, dan QS Al-Muthaffifin : 14.
7. Badal
Badal juga berarti mengganti.
Contohnya pada QS Al-Ahqaf : 4.
أَمْ لَهُمْ شِرْكٌ فِي السَّمٰوَاتِ ۖ ائْتُوْنِيْ بِكِتَابٍ
Amlahum syirkum fissamawat. U'tuni bi kitabii --> harusnya menggantikan hamzah dgn ya sukun --> bacaannya menjadi "iituuni", jika bacaannya diwaqafkan.
Contoh lainnya ada pada QS Al-Baqarah : 245, QS Al-A'raf : 69.
Itulah ketujuh bacaan gharib yang ada dalam Al-Quran. Minimal kita harus paham supaya bacaan kita tajwidnya menjadi lebih lancar yaa teman-teman. Jangan pernah berhenti belajar dan menyempurnakan bacaan Alquran kita, sebab mempelajari tajwid adalah hal yang penting sekali bagi kita sebagai muslim. Juga jangan lupa baca Quran tiap hari yaa.. hihiw.
Oh iya, materi ini aku dapet dari pelajaran Tahsin Bright Scholarship Unsoed bersama mudarrisah kami, Teteh :)
Semoga bermanfaat yaa!
referensi: kayusirih.com, pelangiblog.com.
Komentar
Posting Komentar