Awal yang Seharusnya: Selamat Membaca.
Kadang aku berpikir, berapa ya pembaca blogku? Berapa ya
pembaca cerita di wattpadku? Berapa ya pembaca tulisan di caption instagramku?
Dan akupun mulai menghitung.. menghitung.. menghitung. Seolah
kelanjutan tulisanku akan ditentukan dari banyaknya pembaca.
Sampai aku sadar, untuk apa aku memikirkannya?
Bukankah tujuanku menulis bukan untuk itu?
Maka, kemudian aku paham. Menulis adalah pekerjaan yang
mulia, sebab dari setiap ketikan huruf, kau bisa menyelipkan makna. Dari setiap
goresan tinta, kau bisa cantumkan hikmah yang kau temui, lalu kau rangkum
menjadi sebuah arti.
Maka, kemudian aku berpikir. Kalaulah kau, yang mungkin tak
sengaja menemukan tulisan ini, entah nongol di berandamu atau dari manapun itu,
ini pasti bukan kebetulan.
Pasti pertemuanmu dengan tulisanku adalah takdir.
Kamu yang mungkin sedang menyeduh kopi, atau menggulir layar
ponsel, atau sedang duduk dalam keheningan, dan atau-atau lainnya, kuucapkan
selamat bertemu dengan sudut diriku di sini. Selamat bertemu dengan tulisanku
yang mungkin bagimu aneh, menggelikan, atau entahlah. Tapi meski begitu, aku
tetap berharap,
Semoga tulisanku membawa kebaikan untukmu, meski hanya
sebesar biji dzarrah.
Sebab meski kecil, akan tetap ada nilainya di mata Allah.
Selamat membaca.
13-12-20
Komentar
Posting Komentar