Gadget Dalam Genggaman Anak
Miris, saat ini peran
orang tua dalam mendidik anak di era millennial sering tergeser dengan media
baru yang terbungkus gadget dalam genggaman anak. Kebanyakan balita saat ini
sudah mahir menggunakan gadget, bahkan tanpa didampingi orang tua sekalipun. Menurut
survey yang dilakukan oleh The Asian Parent Insight pada tahun 2015 yang
dilakukan pada 2500 orang tua dari Malaysia, Thailand, Indonesia, Singapur, dan
Filipina, sebanyak 98% orang tua membolehkan anaknya menggunakan gadget mereka secara
bebas. Yang mengejutkan, alasan yang paling utama yaitu untuk hiburan! Bahkan anak
terbiasa memainkan ponsel orang tuanya selama lebih dari satu jam.
Wah, angka tersebut
tentunya sangat berdampak besar bagi perkembangan anak. Mirisnya lagi, kebanyakan
orang tua justru lebih sering memberikan gadget untuk bermain bagi anaknya
daripada harus menemani anak bermain. Istilahnya, daripada repot, lebih baik
berikan gadget saja. Padahal, usia anak-anak adalah usia emas yang seharusnya
diisi dengan berbagai pengetahuan dan edukasi yang sesuai.
Seperti gambar di atas,
kebanyakan orang tua berharap gadget dapat memberikan dampak positif untuk anak
sehingga cenderung melepas anaknya dalam mengakses internet di media baru. Namun,
kebanyakan konten yang diakses anak jauh dari harapan orang tua. Oleh sebab itulah,
dampak negatif gadget menjadi tidak terhindarkan.
Sebenarnya apa saja sih,
dampak negatif gadget atau media baru bagi anak usia dini? Yuk, simak apa saja
efek buruk gadget yang dapat berpengaruh bagi perkembangan anak.
1.Melihat banyaknya
fenomena kekerasan yang mudah diakses serta penyebaran informasi yang sulit
dikendalikan batasan umurnya, dapat menjadikan anak-anak mengimitasi tindakan
kekerasan tersebut.
2. Media baru tidak baik
untuk perkembangan otak serta tubuh anak-anak.
3. Media baru dapat
membuat anak menjadi antisosial, karena juga mengurangi interaksi sosial yang
seharusnya terjai dengan masyarakat.
4. Media dipandang dapat
berdampak kepada moral dan ideologi yang cenderung negatif.
5. Internet juga dapat
memudahkan akses untuk pornografi.
Banyak sekali dampak negatif
gadget dalam genggaman anak apabila tidak disertai edukasi dan pendampingan
yang tepat dari orang tua. Lalu seharusnya, langkah apa yang dilakukan orang
tua untuk membatasi penggunaan gadget bagi anaknya?
1. Batasi penggunaan gadget pada anak
Menurut
WHO, batas maksimal penggunaan gadget atau media baru pada anak balita yaitu
maksimal 1 jam. Lebih dari itu, perkembangan motorik anak dapat terganggu.
2. Jangan biarkan anak lebih mahir
mengoperasikan gadget
Sebisa
mungkin, batasi agar anak tidak lebih pandai dari orang tuanya saat bermain
gadget. Hal ini agar orang tua dapat menahan keinginan anak dengan trik apabila
anak memaksa memainkan gadget.
3.
Berikan konten yang sesuai
Anak
balita harus diberi konten yang sesuai dengan perkembangannya. Degradasi moral pada
anak saat ini disebabkan karena tontonan anak yang tidak sesuai umur. Oleh karena
itu, peran orang tua dalam memfilter tontonan anak sangat penting.
4.
Mengontrol penggunaan aplikasi
Satu
lagi langkah yang harus dilakukan orang tua yaitu mengontrol aplikasi apa saja
yang digunakan oleh anak. Jika perlu, batasi waktu penggunaan aplikasi
tersebut. Saat ini sudah banyak aplikasi yang berfungsi untuk membatasi waktu
penggunaan aplikasi tertentu. Aplikasi ini dapat digunakan untuk mengontrol
penggunaan gadget pada anak.
Dengan langkah-langkah di
atas, gadget dalam genggaman anak dapat dikontrol dan diminimalisir efek
negatifnya. Sebagai orang tua, alangkah perlunya untuk memahami kewajiban dalam
mengedukasi anaknya sekalipun dalam mengakses gadget dan media baru. Tidak hanya
untuk orang tua saja, kok. Kita yang masih remaja juga dapat mengaplikasikan
hal ini pada adik atau sepupu kita. Yuk, jadi orang tua dan kakak zaman now
yang cerdas.
DAFTAR PUSTAKA
Lievrouw, Leah A. &
Sonia Livingstone. 2006, Handbook of New Media : Social Shaping an Social
Consequences of ITCs, Sage Publication Ltd. London. (Chapter 3 : “Children and
New Media”)
https://id.theasianparent.com/hasil-survey-smartphone-yang-mengejutkan
diakses pada 27 Maret 2020
Komentar
Posting Komentar